
Ah…rasanya langit mau menyergap pikiran buntu ku akhir-akhir ini, ya… pikiran buntu yang terselimuti perasaan yang terdukung dalam jajahan waktu yang kurang bersahabat. Ibarat buaya, aku adalah buaya usang yang hanya tinggal menunggu kematian, karena tak ada sesuatu yang bisa ku makan untuk membuat ku kenyang. Ibarat bunga, aku adalah bunga bangkai yang langka dan dikagumi, tapi tak mungkin diberikan sebagai tanda cinta atau dipajang sebagai hiasan dalam vas bunga. Ibarat ikan, aku adalah ikan asin yang disuka oleh beberapa orang karena mungkin mereka tak pernah mengenal kata daging ayam, sapi, atau kambing.
Semua yang kulakukan dalam samudera hidup rasanya hanya membawa perahu kertasku ke arah badai. Tinggi, deras, gelap, hancur kapal kertasku karenanya. Banyak yang bilang ini hanya keadaan hiperbola, sebuah majas bentuk kalimat dalam kaidah bahasa indonesia atau lebay jika dimasukan dalam kamus gaul yang biasa para abg ucapkan.
Tapi itulah kenyataannya, aku seperti buaya yang memakai bunga bangkai dan memakan ikan asin. KRONIS Keadaan sang buaya, jika ia mati mungkin ia akan dikuliti sampai nantinya kulit tersebut telah berubah menjadi tas kulit buaya bermerek LOUIS VUITTON yang di pakai oleh seorang tante cantik berdada besar yang menjadi selingkuhan om-om beristri yang memiliki anak pemabuk suka main judi.
Hahhahhaha, ingin tertawa aku disini! Konyol!
Heyyyyy… mau jadi apa kau buaya? Tanya seorang kompeni yang siap menembak sang buaya karena iya sangat penakut. Tapi buaya diam saja, iya tak melawan karena lelah tak berdaya. Kompeni menarik pelacu pistolnya, MAU JADI APA KAU BUAYA???
Histeris ia berteriak…
Karena iya semakin takut dengan lirikan buaya, padahal sang buaya hanya meliriknya, tak lebih karena tak punya niat untuk memakannya. Buaya usang ditakuti kompeni malang yang salah masuk hutan, ya… bukan salah buaya jika akhirnya kompeni tersebut masuk ke dalam lumpur hidup yang akhirnya menelannya hidup-hidup saat berusaha lari menghindari buaya yang ingin bersahabat.
Cerita pun berakhir, kompeni lebih dulu mati dari pada buaya usang yang ingin bunuh diri.
Semua… semua yang ada di alam tak berbatas ini adalah kehendakNya.
Mungkin Tuhan kangen dan ingin bertemu kompeni secepatnya dari pada bertemu buaya, karena ini hanya hidup Bung!
=)
No comments:
Post a Comment